Permendiknas No. 35 Tahun 2011

Permendiknas No. 35 Tahun 2011 tentang Kenaikan Pangkat Guru, dapat didownload dengan mengklik, SALINAN-Lampiran_Permen 35 Tahun 2010 ttg Juknis(Final)

Iklan

MENGISI SUARA VIDEO PAVORIT DENGAN WINDOWS MOVIE MAKER

Pasti sudah tidak asing lagi ketika menonton suatu film baik yang diputar pada televisi maupun  video compack disk player. Film yang dibintangi oleh orang luar negeri (bukan indonesia) kok bisa berbicara indonesia? dan sangat jelas sekali kalau artisnya bukan orang keturunan indonesia, karena kulit, rambut postur tubuh dan paras yang berbeda.

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini tentu hal itu sudah bukan hal asing dan sulit, terutama bagi industri perfilman. Bagaimana bisa sebuah film yang diproduksi oleh suatu negara maupun industri film seperti hollywood bisa ditonton oleh sekian juta? Bisa saja penduduk dari negara tersebut mempunyai kuota katakan 1 juta, namun terkadang orang yang menonton film bisa melebihi 1 juta.

Salah satu yang berperan dalam industri film tersebut adalah translite bahasa dan alih suara/ pengisi suara. Sehingga halangan perbedaan bahasa tidak lagi menghalangi industri perfilman sukses menjual dan film yang diproduksi laris manis.

Suara asli disilence diganti suara terjemahan

Pengisi suara yang dimaksud adalah suara yang berasal dari film asli misalkan suara vokal sang artis diganti dengan pengisi suara. Hal itu bisa dilakukan karena sebelum proses penggantian suara dilakukan, ada suatu proses translite bahasa terlebih dahulu. Dan hal ini biasa dilakukan oleh ahli bahasa, bisa bahasa inggris, mandarin, jepang latin dll. Setelah bahasa asing yang ada pada film tersebut  diterjemahkan, untuk selanjutnya yang berperan adalah pengisi suara. Jadi jangan heran setelah selesai menonton film pada bagian akhirnya terdapat nama-nama orang indonesia, seperti pada editor, pengisi suara dll. Pengisi suara inilah yang berperan menggantikan bahasa asli pada film menjadi bahasa indonesia.

Pengisi suara bertugas menghafalkan scrip/ naskah terjemahan dengan menyesuaikan timer tentunya. Hal ini penting karena kalau hanya berpedoman pada gerak bibir akan sulit karena tempo membuka dan menutup serta bukaan mulut ketika mengucapkan kata-kata juga berbeda. Sehingga pengisi suara  benar-benar memperhatikan timer yang ada film tersebut.

Record/ rekaman

Rekaman yang dimaksudkan disini bukanlah seperti rekaman musik pada umumnya. Secara sederhana kalau pada musik menekankan pada tone yang bernada dan tempo permainan, namun pada pengisi suara tidaklah terlampau detail. Sehingga pengisi suara cukup berpegang pada volume suara, timer dan logat/ gaya bahasa, biasanya hal ini mengikuti karakter dari pengisi suaranya sendiri, kalau pengisinya orang batak yang masih kental pasti akan terlihat logat bataknya.

Proses rekaman untuk pengisi suara pada sebuah film juga berbeda-beda caranya, hal itu bergantung dari studio/ badan penerjamah (industri penerjemah bahasa film). Bisa dengan cara rekaman dari awal sampai akhir tanpa terputus, namun hal ini pasti akan sangat sulit karena kesalahan dari pengisi suara yang terkadang lupa terhadap scrip yang harus dihafalkan. Sehingga kemungkinan kedua adalah dengan potongan-potangan. Bagian yang perlu pengisi suara di record dahulu sampai ada batas jeda bicara, hal ini biasanya artis sedang berbicara kemudian diganti artis lainnya, pada waktu pergantian inilah record bisa dipotong-potong kemudian disambung untuk lanjut ke dialog selanjutnya.

Proses record bisa berulang-ulang walaupun bukan saat pertama kali ketika film produksi. Hal itu terjadi karena faktor kesalahan dari pengisi suara yang terkadang lupa, nada terlampau signifikan/ naik turun terlalu drastis yang memungkinkan tidak bisa diedit oleh software maupun mixer yang dimiliki, dan perbedaan pada logat bicara, sehingga proses record harus terjadi berulang-ulang sampai benar-benar didapat hasil yang ideal.

Mixing

Pada tahap ini mirip dengan proses mixing pada sebuah record musik. Suara yang telah direcord namun dalam keadaan terpotong-potong tadi harus disatukan dengan suara hasil record lainnya. Sehingga dalam tahap ini suara  yang ada pada film disilence dan digantikan dengan suara dari pengisi suara. Scrip terjemahan yang semula masih berupa teks dan kemudian direcord dalam bentuk suara, ditata dan disesuaikan dengan timer pada film. Sehingga ketika dialog dalam film misalkan hendak berbicara ingin mengatakan suatu tempat, maka suara pengganti juga harus sama dengan dialog yang ada difilm. Hal ini penting karena jangan sampai dialog yang ada difilm menunjukkan ekspresi marah namun suara yang keluar suara tertawa.

Agar suara yang dihasilkan lebih bagus, biasanya pada proses editing (sebelum penggabungan) suara diberikan efek-efek khusus, seperti suara seakan-akan sedang berada di dalam gua, gunung dan di dalam air, dan juga volume, karena tidak jarang suara yang dihasilkan oleh pengisi suara naik turun, namun tentu saja masih pada kondisi bisa diedit. Setelah suara cukup mengalami proses editing, baru kemudian digabung dengan film (seperti keterangan di atas).

Mengisi Suara Dengan Movie Maker

Untuk menggabungkan/ mixing suatu film dengan pengisi suara biasanya industri perfilman menggunakan software untuk memudahkan proses mixing tersebut. Software yang ada dipasaranpun juga beragam, untuk industri film seperti hollywood bisa sampai puluhan bahkan ratusan rupiah per softwarenya, bahkan dalam proses mixing tesebut bisa menggunakan lebih dari satu software.

Tidak perlu kawatir, bagi pemula dan hanya sekedar iseng ingin bereksperimen dengan film, dengan berbekal PC maupun laptop sudah bisa berkarya, namun tentu saja masih jauh kualitasnya jika dibanding dengan software yang dipakai industri film hollywood, namun sudah cukup untuk menuntaskan keinginan yang belum tercapai.

Pada sebuah windows XP, Vista maupun 7 umumnya sudah terdapat Windows Movie Maker, atau kalau belum ada bisa didownload situs internet yang menyediakan software secara gratis. Dengan Windows Movie Maker untuk kemudian  disingkat WMM inilah yang akan dipakai untuk mengisi suara pada film. Namun sebelum proses itu dilakukan, maka perlu disiapkan dulu peralatan yang dimiliki, jangan sampai mixing (mengisi suara pada film) kesepakatan nama yang dipakai hanya sebatas angan-angan maupun teori saja.

Perlengkapan yang perlu disiapkan
Keberadaan PC/ Komputet/ laptop dengan gread cukup tinggi.

  1. Film
  2. Seperangkat Sound Sistem diantaranya MIC dan Sound sistem untuk output suara
  3. Kemauan
  4. Jangan lupa berdoa kepada tuhan dll

Kalau sudah memenuhi perlengkapan diatas, saatnya mengikuti petunjuk berikut ini:

  1. Nyalakan PC/ Komputer, pastikan sudah terinstal Windows dan driver/ sound cardnya.
  2. Klik menu START pada pojok kiri bawah. Saat ditunjuk akan muncul petunjuk Click here to begin
  3. Lanjutkan pada pilihan All Program dan pilih menu WMM
  4. Setelah WMM aktif, yang perlu dilakukan adalah setting Sound Sistem
  5. Import film yang akan dimixing dengan cara klik Import video, seperti terlihat pada gambar.
  6. Setelah video di import, kemudian video yang berada pada layer collection tersebut didrag ke time line/ Ctrl+D.
  7. Untuk langkah selanjutnya, klik Narrate Time Line. Cek vocal pada mic, dan lihat pada indicator input level. Atur Input level kurang lebih 80%, jangan sampai 100%, karena akan menghasilkan suara yang pecah atau drop.
  8. Setelah vokal diatur dengan pas, maka siap untuk record. Dalam tahap ini, sudah harus faham dan matang dialog yang akan dimixing, karena akan berpengaruh pada waktu yang dipakai serta stamina yang terkuras akibat banyak kesalahan.
  9. Apabila sudah siap dengan skenario, klik start naration. Perhatikan timer/ time line pada WMM. Time line itulah yang akan menjadi panduan ketika sedang proses record mixing. Untuk mendapatkan hasil yang lebih detail perhatikan juga gerak bibir, tangan dan anggota tubuh lainnnya, sehingga mixing terkesan natural.
  10. Setelah Time Line mununjukkan selesai, klik pada stop narration maka akan keluar save windows media file. Pada file name, beri saja nama eks 1 atau lainnnya yang penting tau mixing yang telah di save. Setelah save selesai, secara otomatis mixing yang sudah rekam dimunculkan pada Time Line bagian Audio/ Music.
  11. Klik kanan pada rows Audio, pilih Volume dan mute Clip untuk menghilangkan suara aslinya. Kemudian play, sesuaikan kembali gerak tubuh artis dengan mixing. Pengaturan dapat dilakukan dengan cara pada rows Audio/ Music/ mixing, digeser kekanan atau kekiri dengan didrag (klik kiri tahan). Dan lakukan pemotongan Audio/ Music dengan cara Clik and drag to trim the clip untuk mendapatkan tempo yang pas.
  12. Setelah pengaturan selesai, kemudian save movie file/ Crtl+P. Ini merupakan tahap akhir dari proses mixing. Produk pertama selesai, dan kemudian bisa dilanjutkan dengan produk-produk lainnya.

 

SELAMAT MENCOBA ….

Membuat Dokumen HTML

Oleh: Zikwan, S.Pd.

(Pengajar pada SMPN 1 Way Tenong Lampung Barat)

Bahasa HTML merupakan bahasa markup (pelekat) untuk menampilkan teks. Gambar dan multi media. Dalam html terdapat tag-tag yang mampu dibaca oleh browser web sehingga tampilan informasi dapat kita nikmati dengan mudah dan dapat diakses melalui berbagai media.

Berikut kita akan mempelajari bagaimana membuat web sederhana dengan bantuan HTML mulai dari tingkat dasar tutorial ini akan mengajari anda dari tidak mengerti sama sekali tentang pembutan situs sampai anda dapat membuat web sendiri dan anda akan belajar bagaimana membuat situs yang menarik dengan bahasa sederhana ini.

Mulai Menulis HTML

Penulisan bahasa HTML dapat dilakukan dengan software word processor seperti Microsoft word, word pad, kword atau notepad, demi kecepatan dalam penulisan penulis sarankan untuk menggunkan Notepad,lalu bagaimana menggunakan NotePad ?, untuk memulai menggunakan notepad pada   windows, klik start, lalu program kemudian accessories lalu klik notepad, perhatikan gambar dibawah

Tampilan dari notepad adalah :

Untuk menyimpan file kedalam format HTML klik menu file. Lalu pilih save as ketikkan nama file anda dan akhiri dengan extension html, misalnya index.html

biasanya dalam menulis kode – kode html akan menghasilkan baris yang panjang dan biasanya akan melebar kearah baris, untuk mengatasi hal tersebut dalam menu notepad terdapat menu word warp yang akan memformat baris baris tersebut ke dalam ukuran window, sehingga lebih mudah dibaca, untuk mengaktifkannya klik menu edit lalu pilih Word Wrap.

Dalam menulis tag HTML kita selalu membutuhkan tag awal dan tag akhir namun ada beberapa tag HTML yang tidak membutuhkan tag akhir misalnya tag paragraph.

Document web sederhana

Dalam bab ini anda akan membuat file html paling sederhana yang terdiri dari dua tag yaitu tag untuk html <html> dan  bodi <body>, untuk memulainya buka notepad anda, ketikkan pada notepad kode html berikut :

<html>

<body>

Guru Pavoritku !!!

</body>

</html>

Selanjutnya simpan dengan nama index.html, panggil dengan browser anda misalnya internet explorer, caranya pada menu internet explorer klik file lalu open dan pilih dimana file index.html disimpan klik open, tampilan dari kode diatas saat dipanggil oleh browser adalah :

Sampai disini anda sudah bisa membuat file berformat html dengan kata lain anda telah  membuat sebuah halaman web.

Menggunakan Tag Head dan Body

Pada bagian head kita dapat memasukkan judul, tag judul dipakai secara luas oleh mesin pencari web, selain itu dalam penulisan judul usahakan sesingkat mungkin namun masih bisa mencerminkan isi dari web anda.

Untuk memulainya buka notepad, ketikkan <HTML>  untuk menambahkan bagian head ketikkan tag pembuka <HEAD>, pada bagian head kita dapat mengetikkan judul dari homepage yang kita buat, judul ini akan tampil saat web anda ditampilkan oleh browser, kode yang perlu ditulisakan adalah :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Guru Pavoritku </TITLE>

</HEAD>

</HTML>

Save as dalam extension html, panggil lewat browser web, tulisan “Guru Pavoritku” akan tampil pada browser web.

Memformat Huruf dan Paragraf

Secara umum setiap tag pembentuk pada HTML bekerja dengan cara yang sama, masing – masing tag mempunyai tag pembuka dan tag penutup, semua text diantara tag tersebut akan mengikuti format tag yang telah ditentukan.

Huruf Tebal dan miring

Huruf tebal (bold) mempunyai tag dengan awalan <B> dan diakhiri dengan tag

</B>, jadi seluruh karakter yang berada diantara tag tersebut mempunyai format text tebal,

sedangkan tag untuk huruf miring adalah <I> dan diakhiri dengan </I>, text bergaris bawah

(underlined text) mempunyai pasangan tag <U> dan </U>.lebih jelasnya ketikkan code

dibawah ini pada notepad, lalu panggil lewat browser

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Tebal dan miring </TITLE>

</HEAD>

<Body> <B> huruf tebal</B> <I> Huruf miring</I> huruf biasa <U>Garis bawah</U>

<B><I> huruf tebal dan miring </B></I>

</Body>

</HTML>

tampilan dari code HTML diatas adalah

Sub Script dan Super Script

Tag SubScript dan Superscript banyak digunakan dalam persamaan matematis, tag <SUP> dan </SUP> merupakan tag untuk Superscript (sedikit diatas baris) sedangkan <SUB> dan </SUB> adalah pasangan tag untuk subscript (sedikit dibawah baris), contohnya:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Sub dan super </TITLE>

</HEAD>

Disini contoh untuk <SUP> Superscript</SUP> dan satunya <SUB> subscript</SUB>

</Body>

</HTML>

simpan dengan nama contoh.html lalu pangil lewat browser, tampilan code HTML diatas

Format Paragraph

Tag paragraph dan format huruf merupakan tag yang paling sering dalam pembuatan web, sebab informasi pada umumnya berupa text, tag paragraph <P> merupakan tag penunjuk setiap paragraph baru, perhatikan code HTML  dibawah ini

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Memahami Paragraf </TITLE>

</HEAD>

<Body>

<P> tulisan ini merupakan paragraph pertama  dalam document yang saya tulis </P>

<P> baris ini merupakan paragraph kedua, paragraph kedua, silahkan buat tag paragraph

sebanyak mungkin sebagai contoh agar lebih mudah memahami tentang paragraph, dalam

paragraph anda dapat mengubah format sebagian huruf atau karakter misalnya <I> text

miring </I> <b>test tebal <b></P>.

</Body>

</HTML>

tampilan dari kode diatas adalah :

Tag <P> akan membuat text selalu rata kiri, untuk membuat rata kanan tambahkan align kemudian jenis format yang diinginkan, misalnya untuk rata kanan <P Align = Right>, untuk membuat rata kiri <P Align = Left>,untuk rata tengah <P Align = Center> sedangkan rata kedua sisi gunakan <P Align = justify>

Perhatikan contoh berikut :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Memahami Paragraf </TITLE>

</HEAD>

<Body>

<P Align = Center> tulisan ini merupakan paragraph pertama  dalam document yang saya

tulis, paragraph diformat dalam agar tepat di tengah, dengan cara menambahkan properti

tag p align center, silahkan mencoba, asyik kok</P>

<P align = right> baris ini merupakan paragraph kedua, paragraph kedua, silahkan buat tag

paragraph sebanyak mungkin sebagai contoh agar lebih mudah memahami tentang

paragraph, dalam paragraph anda dapat mengubah format sebagian huruf atau karakter

misalnya <I> text miring </I> <b>test tebal, paragraph dibuat rata kanan supaya kelihatan

bagus, coba aja klo gak percaya<b></P>.

</Body>

</HTML>

hasil dari kode HTML diatas adalah :

Untuk format HTML lainnya,nantikan tulisan saya berikutnya. Selamat Mencoba !!!

KIAT SUKSES GURU DALAM MENYUSUN PORTOFOLIO

(Oleh: Zikwan, S.Pd.)

Saat ini guru mulai merasakan adanya perhatian yang tinggi dari pemerintah. Perhatian itu antara lain dengan 20% APBN untuk bidang pendidikan, yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Akan tetapi yang paling dirasakan oleh guru adalah dengan adanya program sertifikasi guru dalam jabatan yang telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

Undang-undang No 14 tahun2005 Tentang Guru dan dosen, PP No 19 Tahun 2005  tentang Standar Pendidikan Nasional, PP No 74 Tahun 2008 tentang Guru mengisyaratkan bahwa guru wajib memiliki Kualifikasi Akademis, Kompetensi dan Sertifikasi Pendidikan serta Permendikanas No 10 tahun 2009 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan.

Sertifikasi  yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik dapat diperoleh dengan dua cara yaitu uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio dan pemberian sertifikat pendidik secara langsung bagi guru yang memenuhi syarat. Untuk melaksanakan Permendiknas No 10 tahun 2009 melalui portofolio, diharapkan guru yang akan disertifikasi harus memliki Buku Pedoman Tentang cara menyusun Dokumen Portofolio (lihat di direktori peraturan tentang dokumen portofolio).

Dalam menyusun portofolio yang perlu diperhatikan dan dicermati seorang guru adalah:

  1. Bagi Guru yang sudah memenuhi syarat untuk disertifikasi melalui kebijakan daerah masing-masing biasanya berdasarkan criteria Umur yang didahulukan serta kebijakan lainnya (guru berprestasi) dan guru yang memenuhi kualifikasi minimal S1 atau D4
  2. Siapkan mulai sekarang dan bentuk TIM WORK di Sekolah maupun dirumah untuk mengumpulkan data-data dokumen piagam maupun sertpikat diklat-diklat (penataran), seminar
  3. Lalu susun berdasarkan tahun diterbitkannya document tersebut yang ASLI
  4. SK angkatan. 100% SK Terakhir, Ijazah S1, S2 SK Mutasi (kalau Mutasi) semua dimasukan dalam file tersendiri (awas hilang)
  5. agi guru swasta ataupun guru sukarelawan honorer mintalah SK pengangkatan dari yayasan atau SK dari dinas terkait menjadi guru sukarelawan maupun honorer jangan lupan NUPTK
  6. Mintalah Contoh kepada teman seprofesi atau dokumen yang sudah dinilai atau yang sudah lulus.
  7. Siapkan 5 Contoh RPP dengan materi yang berbeda dan semester yang berbeda sesuai tugas mengajar (Bidang Studi)
  8. Yang sudah lulus jangan ego bantulah teman, bagi pengalaman.
  9. Diharapkan tidak membuat dokumen yang aspal (asli tapi palsu)
  10. Mulai hari ini aktif di sekolah mintalah surat tugas apabila melakukan suatu kegiatan Atau pun membuat karya-karya (Lukis, Puisi, Patung, Kaligrafi, Peta Buta dari kertas koran), Alat peraga  (media pembelajaran) yang orsinil (IPA : Priscope dari paralon Dll) Foto-Foto kegiatan jangan hilang
  11. Lakukan Kegiatan-kegiatan sosial dimasyarakat (sunatan masal, Panitia Kurban,  Panitia-panitia ataupun Jabatan di Masyarakat mintalah SK ataupun piagamnya (foto-foto kegiatan jangan hilang)
  12. Buatlah PTK, Makalah,  yang berkaitan dengan pendidikan jangan menjiplak ataupun copy paste (jangan takut salah membuat PTK) mintalah bimbingan kepada teman ataupun di KKG
  13. Buat Modul Bahan Ajar Sendiri
  14. Artikel, Karya tulis (puisi, Sajak) masukan ke jurnal surat kabar lokal mapun nasional apabila dimuat gunting.
  15. Siapakan 10 Komponen Portopolio lalu masukan per komponen setiap komponen dibatasi oleh kertas warna sesuai dengan ketentuan
  16. Setelah tersusun dan periksa kembali lalu potocopy jilid
  17. Cover, daftar isi  sesuai petunjuk atau contoh (tanda tangan jangan lupa)
  18. Siapkan pas poto dan materi pendukung lainnya
  19. Jangan Panik ataupun takut salah (hindari masukan dari teman yang belum lulus, yang sudah lupus pun jangan menakut-nakuti, sebaliknya bantulah teman agar bisa lulus portofolionya)
  20. Jangan terobsesi nilai lebih yang penting 850 lulus lebih besar yah lebih bagus
  21. Kerjasama (team work) sangat penting
  22. Pendekatan kepada atasan langsung Pengawas Kepsek Jalinlah mulai sekarang yang baik dan sehat
  23. Hindari oknum yang sanggup menyusun dengan imbalan maupun janji-janji buatlah keyakinan atas kemampuan sendiri (itulah Guru Profesional)
  24. Setelah lulus Jadilah Guru yang Profesional sesuai amanat UU

Demikian sekilas kiat yang bisa dijadikan alternatif bagi rekan-rekan guru yang akan mengikuti Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui penyusunan portofolio. Semoga bisa membantu.

UJIAN NASIONAL DAN KETERCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN

(Penulis : Zikwan, S.Pd.)

Pembangunan pendidikan merupakan bagian integral dari seluruh proses pembangunan. Pendidikan merupakan satu-satunya sarana dalam menciptakan SDM yang berkualitas, sehingga memerlukan penanganan yang serius dan profesional. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2004 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi anak agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara.
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang mulia ini disusunlah kurikulum yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan dan metode pembelajaran. Kurikulum digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Untuk melihat tingkat pencapaian tujuan pendidikan, diperlukan suatu bentuk evaluasi.
Evaluasi pendidikan merupakan salah satu komponen utama yang tidak dapat dipisahkan dari rencana pendidikan. Namur tingkat keberhasilan pendidikan akan dapat dilihat apabila alat evaluasi yang digunakan sesuai dan dapat mengukur setiap tujuan. Alat ukur yang tidak relevan dapat mengakibatkan hasil pengukuran tidak tepat bahkan salah sama sekali. Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu alat evaluasi yang dikeluarkan pemerintah yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga dijadikan sebagai alat ukur ketercapaian tujuan pendidikan.
Jika kita tela kembali kurikulum yang berlaku saat ini yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kompetensi tersebut merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dimiliki oleh peserta didik yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Selanjutnya dijelaskan bahwa kompetensi dapat diketahui melalui sejumlah hasil belajar dengan indikator tertentu. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual.
Pelaksanaan KBK dikenal dengan istilah diversifikasi kurikulum, maksudnya adalah bahwa kurikulum dikembangkan dengan menggunakan prinsip perbedaan kondisi dan potensi daerah, termasuk perbedaan individu peserta didik. Evaluasi yang diterapkan seharusnya dapat menjawab pertanyaan tentang ketercapaian tujuan pendidikan nasional. yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan “bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3).
Pemerintah telah menetapkan UN untuk mengukur mutu pendidikan dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai tingkat sekolah. UN berfungsi sebagai alat pengendali mutu pendidikan secara nasional, pendorong peningkatan mutu pendidikan secara nasional, bahan dalam menentukan kelulusan peserta didik, dan sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. UN merupakan salah satu bentuk evaluasi belajar pada akhir tahun pelajaran yang diterapkan pada beberapa mata pelajaran yang dianggap penting yakni bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Yang menjadi pertanyaan dari berbagai kalangan adalah ”Apakah keempat pelajaran tersebut mampu menggambarkan keberhasilan sebuah proses pendidikan?”. Pertanyaan lainnya adalah ”Apakah proses belajar selama tiga tahun hanya ditentukan dalam 4 hari pelaksanaan Ujian Nasional tersebut?”. Dan masih muncul pertanyaan-pertanyaan lain yang menggambarkan kekecewaan terhadap penetapan Ujian Nasional sebagai penentu (Standar Kelulusan).
Berbagai desakan dan tuntutan agar Ujian Nasional ditiadakan, termasuk keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan terhadap pemerintah. Tetapi hal itu tidak membuat pemerintah bergeming. Ujian Nasional tetap dilaksanakan meskipun dengan beberapa ketentuan tambahan dari UN sebelumnya. Meskipun demikian tidak membuat pihak-pihak tertentu merasa enjoy dalam melaksanakan Ujian Nasional. Masih saja terjadi kekhawatiran-kekhawatiran akan kegagalan siswa dalam Ujian Nasional tersebut. Selain itu munculnya tekanan-tekanan dari berbagai pihak yang semuanya bermuara pada sekolah (Kepala sekolah dan Guru) sebagai ujung tombak suksesnya Ujian Nasional tersebut.
Apa yang terjadi dengan Ujian Nasional? Jawaban dari pertanyaan itu tentunya banyak kita saksikan di media masa. Karena kekhawatiran akan kegagalan itu mengalahkan hati nurani maka berbagai cara ditempuh, termasuk menghalalkan cara-cara yang tidak sepantasnya dilakukan, mulai dari membocorkan soal, membantu siswa, dan lain sebagainya.
Inikah potret pendidikan kita? Benarkah Ujian Nasional akan mampu meningkatkan ketercapaian tujuan pendidikan? Puaskan kita dengan hasil Ujian Nasional siswa kita? Adakah kebanggaan kita terhadap hasil Ujian Nasional itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis tak mampu berkata-kata.

GURU DAN TUNTUTAN MELAKUKAN INOVASI

Oleh :  Zikwan, S.Pd.

(Pengajar pada SMPN 1 Way Tenong Lampung Barat)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu program kerja Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu adalah pencanangan dan pemantapan guru sebagai profesi. Melalui moto ”Guru sebagai Profesi” Depdiknas berencana untuk meningkatkan kualitas guru dan sekaligus mengembangkan profesi guru sejajar dengan profesi lain yang dianggap ”terhormat” di tengah masyarakat.

Selama ini dalam anggapan masyarakat – khususnya masyarakat perkotaan, atau daerah yang wilayahnya telah mengalami kemajuan ekonomi – pekerjaan guru dianggap tidak menjanjikan masa depan. Di daerah pedesaan yang tingkat kecerdasan rata-rata masyarakat masih ”rendah” guru dihormati, namun penghargaan tersebut terasa semu. Karena masyarakat akan jauh menghormati elite desa yang lebih kaya secara materi dan berkuasa dalam pemerintahan di desa.

Gagasan mendiknas Bambang Sudibyo untuk memantapkan ”guru sebagai profesi” merupakan gagasan yang konstruktif bagi peningkatan profesionalisme guru Indonesia yang selama ini sangat memprihatinkan. Para guru di Indonesia – yang merupakan komponen inti pembelajaran di sekolah – dalam dua dekade terakhir semakin dihanyuti kultur pragmatisme.

Kultur kemalasan untuk terus belajar mengembangkan ilmu dan wawasan sosial, kultur aji mumpung dengan terlibat praktik ”korupsi” kecil-kecilan di sekolah (memberi les privat dengan kompensasi ”uang” dan nilai, aktif sebagai makelar buku-buku pelajaran, hingga bisnis seragam siswa), serta kultur ”birokratis” yang begitu patuh kepada atasan dan birokrat pendidikan agar cepat naik pangkat. Serta banyak perilaku subjektif lain yang tidak mencerminkan karakter ”ideal” sebagai sosok pendidik dan pengajar yang seharusnya berintegritas tinggi.

Dengan predikat guru sebagai provesi tentuya seorang guru selayaknya merasa bersyukur atas pengakuan dari pemerintah tersebut. Akan tetapi di balik pengakuan guru sebagai profesi menuntut guru untuk melakukan perubahan-perubahan dalam sikap, kemampuan serta integritasnya sebagai seorang guru yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah.

Fokus Pembahasan

Dalam makalah ini fokus pembahasan kami meliputi:

  1. Pengertian Inovasi Pendidikan
  2. Kemampuan guru beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Proses Berpikir kreatif dalam inovasi
  4. Guru sebagai agen inovasi
  5. Model Inovasi Pendidikan di Indonesia

Selengkapnya klik  di sini