GURU DAN TUNTUTAN MELAKUKAN INOVASI

Oleh :  Zikwan, S.Pd.

(Pengajar pada SMPN 1 Way Tenong Lampung Barat)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu program kerja Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu adalah pencanangan dan pemantapan guru sebagai profesi. Melalui moto ”Guru sebagai Profesi” Depdiknas berencana untuk meningkatkan kualitas guru dan sekaligus mengembangkan profesi guru sejajar dengan profesi lain yang dianggap ”terhormat” di tengah masyarakat.

Selama ini dalam anggapan masyarakat – khususnya masyarakat perkotaan, atau daerah yang wilayahnya telah mengalami kemajuan ekonomi – pekerjaan guru dianggap tidak menjanjikan masa depan. Di daerah pedesaan yang tingkat kecerdasan rata-rata masyarakat masih ”rendah” guru dihormati, namun penghargaan tersebut terasa semu. Karena masyarakat akan jauh menghormati elite desa yang lebih kaya secara materi dan berkuasa dalam pemerintahan di desa.

Gagasan mendiknas Bambang Sudibyo untuk memantapkan ”guru sebagai profesi” merupakan gagasan yang konstruktif bagi peningkatan profesionalisme guru Indonesia yang selama ini sangat memprihatinkan. Para guru di Indonesia – yang merupakan komponen inti pembelajaran di sekolah – dalam dua dekade terakhir semakin dihanyuti kultur pragmatisme.

Kultur kemalasan untuk terus belajar mengembangkan ilmu dan wawasan sosial, kultur aji mumpung dengan terlibat praktik ”korupsi” kecil-kecilan di sekolah (memberi les privat dengan kompensasi ”uang” dan nilai, aktif sebagai makelar buku-buku pelajaran, hingga bisnis seragam siswa), serta kultur ”birokratis” yang begitu patuh kepada atasan dan birokrat pendidikan agar cepat naik pangkat. Serta banyak perilaku subjektif lain yang tidak mencerminkan karakter ”ideal” sebagai sosok pendidik dan pengajar yang seharusnya berintegritas tinggi.

Dengan predikat guru sebagai provesi tentuya seorang guru selayaknya merasa bersyukur atas pengakuan dari pemerintah tersebut. Akan tetapi di balik pengakuan guru sebagai profesi menuntut guru untuk melakukan perubahan-perubahan dalam sikap, kemampuan serta integritasnya sebagai seorang guru yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah.

Fokus Pembahasan

Dalam makalah ini fokus pembahasan kami meliputi:

  1. Pengertian Inovasi Pendidikan
  2. Kemampuan guru beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Proses Berpikir kreatif dalam inovasi
  4. Guru sebagai agen inovasi
  5. Model Inovasi Pendidikan di Indonesia

Selengkapnya klik  di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s